DUNIASAJA.COM
1.Bagaimanakah ciri-ciri sikap? Jelaskan dengan menyertakan contoh
( JAWABAN )
ciri-ciri sikap menurut Sarlito Wirawan Sarwono adalah sebagai berikut, yaitu :
a. Dalam sikap selalu terdapat hubungan subyek-subyek. Tidak ada sikap yang tanpa
obyek-obyek, ini bisa berupa benda, orang, hukum, lembaga masyarakat dan sebagainya.
b. Sikap tidak dibawa sejak lahir, melainkan dipelajari dan dibentuk melalui pengalaman-
pengalaman.
c. Karena sikap dipelajari, maka sikap dapat berubah-ubah sesuai denga keadaan
lingkungan di sekitar individu yang bersangkutan pada sesaat yang berbeda-beda
d. Dalam sikap tersangkut juga faktor motivasi dan perasaan.
e. Sikap tidak menghilang walaupun kebutuhan sudah dipenuhi.
f. Sikap tidak hanya satu macam saja, melainkan sangat bermaca macam sesuai dengan
banyaknya obyek yang dapat menjadi perhati orang yang bersangkutan (Sarlito Wirawan
Sarwono, 1976: 95).
Dari ciri-ciri sikap di atas, maka dapat di uraikan beserta contohnya sebagai berikut:
1) Sikap selalu terdapat hubungan subyek-subyek maksudnya adalah bahwa hal ini terjadi
contohnya seprti kemungkinan apabila seseorang mempunyai sikap yang positif pada
seseorang, maka akan ada kecenderungan bersikap positif juga kepada perkumpulan di
mana orang tersebut bergabung.
2) Sikap tidak dibawa sejak lahir, contohnya seperti sikap seseorang dipengaruhi oleh
pengalaman-pengalaman yang dialami sepanjang hayatnya yang didapat dari pergaulan
sehari-hari bersama orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu, sikap terbentuk dari
perkembangan siswa atau anak setiap harinya.
3) Sikap dapat dipelajari, maka sikap dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan
lingkungan. contohnya apabila seseorang berada di lingkungan yang baik, maka akan
menghasilkan suatu sikap yang baik, sedangkan seseorang yang berada di lingkungan
yang tidak baik maka akan menghasilkan suatu sikap yang tidak baik.
4) Sikap tersangkut juga faktor motivasi dan perasaan. Hal ini karena sikap mengandung
faktor motivasi, contoh seperti sikap itu mempunyai daya dorongan bagi individu untuk
bertindak terhadap obyek tertentu dengan cara tertentu pula. Sedangkan sikap
mengandung pula faktor perasaan tertentu, sehingga sikap itu dapat positif atau negatif
terhadap obyek tertentu.
5) Sikap tidak menghilang walaupun kebutuhan sudah dipenuhi. Namun dalam hal ini
tergantung mendalam tidaknya sikap tersebut. Jika sikap itu mendalammaka secara relatif
sikap itu sukar untuk berubah. Seandainya sikap itu berubah maka akan memakan waktu
yang lama, tetapi jika sikap itu belum mendalam, maka sikap itu akan lebih mudah
mengalami perubahan. Contohnya seperti seseorang yang sudah menentukan sesuatu
untuk dirinya namu iya ragu dan merubah keinginanya kembali sehingga dapat
mempengaruhi sikapnya yang tidak menetap dan selalu berubah ubah.
6) Sikap tidak hanya satu macam saja, melainkan sangat bermacam-macam. Dengan
bermacam-macamnya sikap itu, maka sikap merupakan suatu kecenderungan yang
menentukan atau suatu kekuatan jiwa yang mendorong seseorang yang bertingkah laku
yang ditujukan ke arah suatu obyek khusus dengan cara tertentu, baik obyek itu berupa
orang, kelembagaan ataupun masalah, bahkan berupa dirinya sendiri yang dapat menjadi
perhatian orang yang bersangkutan. Dicontohkan misalnya seorang siswa yang terpaksa
mengikuti pelajaran dari gurunya yang membosankan, menurut dorongan keinginannya ia
seharusnya meninggalkannya, akan tetapi mengingat norma kesopanan dia tetap duduk
mendengarkan meskipun merasa tersiksa karenanya.
2. Bagaimana ciri-ciri perilaku psikologi. Jelaskan dengan memberikan contoh
( jawaban )
CIRI-CIRI DAN CONTOH PERILAKU PSIKOLOGI
1. Memiliki kepekaan sosial ⇒ mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan harapan dan
keinginan orang lain.
Contoh: misalnya: siswa sedari dini dikenalkan dengan kegiatan gotong royong, pergi
menjenguk warga yang sakit, membantu warga masyarakat yang kena musibah, dan
berbagai bentuk aksi kepedulian yang lainnya.
2. Memiliki kelangsungan ⇒ada kontinyuitas antara satu perbuatan dengan perbuatan
sebelumnya atau sesudahnya.
Contoh: seperti seseorang yang memiliki sebuah tujua atau cita-cita yang ingin di capai
dengan harapan cita-citanya tersebut dapat merubah hidupnya yang dulu menjadi lebih
baik lagi kedepanya untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya.
3. Memiliki orientasi kepada tugas ⇒mengarah pada suatu tugas yang akan dikerjakan dan
diselesaikan
Contoh: jika customer atau client meminta agar deadline proyek dikumpulkan minggu
depan maka entah bagaimana caranya wirausahawan yang baik akan mengumpulkannya
tepat waktu, bahkan lebih baik lagi jika dapat lebih awal dari yang dijadwalkan.
4. Mengandung nilai usaha dan perjuangan ⇒memilih sesuai dengan tujuan
Contoh: misalkan seperti seorang pengusaha yang ingin mengembangkan usaha
walaupun usahaya sering gagal jatuh bangun, namun seorang pengusaha tersebut tidak
pernah menyerah dan trus berusaha dan mengembangkan usahanya sampai iya sukses
mengembangkan usahanya dan menjadi salah satu pengusaha yang sukses, nah itu semua
tak luput dari usaha dan perjuangan yang berat.
5. Memiliki keunikan ⇒makna dan kualitas berbeda
Contoh: misalnya seorang anak yang memiliki kekurangan nyaitu ia mengidap penyakit
tunnanetra namun iya mampun menghafal al-qur’an hingga sampai 30 juz banyaknya itu
merupakan sebua prilaku dalam hidup yang memilik makna yang unik dan berkualitas
beda dari anak-anak lainnya.
3. Jelaskan model mad'u berdasarkan antusiasnya terhadap dakwah.
MAD’U BERDASARKAN ANTUSIASNYA KEPADA DAKWAH
a) As-sabiquna bil akhirat (yang bersegera dalam menerima kebenaran) Adalah golongan
mad’u yang cenderung antusias kepada kebaikan dan tanggap terhadap seru-seruan
dakwah baik yang sunnah apalagi yang wajib.
b) Muqthasid (kelompok pertengahan) Adalah mereka yang mengerjakan kewajiban-
kewajiban agama dan meninggalkan yang diharamkan, namun pada waktu yang
bersamaan mereka kerap kali melakukan hal-hal yang di makruhkan dan kurang tanggap
terhadap kebaikan yang dianjurkan.
c) Zalim linafsih (kelompok yang menzalimi diri sendiri) Adalah kelompok yang senang
melampaui batasan-batasan agama, cenderung mengabaikan kewajiban dan kerap
melakukan larangan-larangan dalam agama.
0 Komentar